Akar, Pikiran dan Aku

Pikiran itu mengakar, baik ataupun buruk. Seperti pohon, apa yang ditanam dan dipupuk, begitulah ia akan tumbuh dengan rindangnya di tanah tempat ia tumbuh. Jika ia pohon kekecewaan maka ia rindang dengan daun-daun ketidak percayaan. Jika ia pohon penghakiman maka ia rindang dengan daun kotak-kotak, Jika ia adalah pohon yang tumbuh dari segala rasa ketidak beruntungan maka iya rindang akan daun-daun kebencian.

Pohon ini tumbuh atas kehendak yang terpelihara. Ketika tumbuh besar, akar pun menguat. Perlahan tumbuh bunga, bermekaran, kemudian berbuah, dan menumbuhkan benih-benih kehidupan baru seperti sediakala. Ia mempengaruhi apa yang ada di sekelilingnya. Memilih untuk tinggal, atau sekedar melintas, atau mungkin menghindar. Mewangi atau menusuk seperti belati. 

Hidup memang tidak selalu bahagia. Namun jangan sampai berhenti percaya. Bahwa masih ada harapan untuk bertemu hal yang baik di suatu ketika. Kurangi berasumsi atas apa yang akan terjadi. Yang mengalir biarkan mengalir, yang lalu biar berlalu, yang sekarang hendaknya disyukuri. Kemudian belajarlah untuk berdamai pada diri sendiri. 

I Putu Oka Wisnawa

Honest, wise, forward-looking, inspiring, and competent. I wish I could be like that.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *