Catatan Hari Ini tentang Aku

Hari ini saya berpikir bahwa ada banyak hal yang saya lewatkan dalam hidup saya. Sepertinya saya terlalu sibuk melakukan hal-hal yang tidak saya sukai, saya suka mengkoleksi buku, saya suka membaca, saya suka belajar hal baru, saya suka traveling. Tapi apa yang saya lakukan? Tidak ada, saya mengerjakan rutinitas biasa setiap harinya. Sepertinya saya terlalu takut untuk keluar, padahal apa yang saya inginkan ada di luar.
Apa yang sudah saya lakukan? Saya kuliah dan bekerja, dari senin sampai hari senin, tujuh hari seminggu, menghilang dari rumah sejak jam 7 pagi hari sampai jam 10 malam dihampir semua hari dalam seminggu. Terkadang saya kelelahan dengan rutinitas ini, dan menyesal. Kenapa? karena saya tidak punya cukup waktu untuk pengembangan diri. Saya merasa saya butuh recharge, saya sangat butuh recharge.
Lalu apa yang belum saya lakukan? Banyak sekali:

  • Saya harusnya belajar musik setiap selasa
  • Saya harusnya belajar bahasa asing tiga hari dalam seminggu
  • Saya seharusnya punya cukup waktu untuk belajar untuk kuliah saya
  • Saya harusnya traveling dengan keluarga atau dengan sahabat setiap 2 minggu sekali, menjadi backpacker menikmati indahnya alam, mengambil photo di setiap sketsa alam yang menawan.
  • Saya harusnya punya waktu untuk duduk di perpustakaan kecil yang saya punya, menikmati setiap buku yang saya kumpulkan sedikit demi sedikit.
  • Saya seharusnya punya cukup waktu untuk berolahraga bersama adik saya, atau sahabat saya.
  • Saya seharusnya punya cukup waktu untuk berwisata religi bersama keluarga.

Kenapa saya bekerja? Untuk mendapat cukup uang untuk memenuhi biaya hidup. Apa saja memangnya? Salah satunya pendidikan, kemudian pengembangan diri dan keluarga tentunya. Apa cita-cita saya? Saya tidak benar-benar tahu, saya hanya tertarik untuk terus belajar dan mengabdi untuk masyarakat. Seperti sebuah kalimat yang berlebihan untuk seorang pemalas. Saya bekerja untuk memenuhi itu semua, lalu kenapa sepertinya pekerjaan ini sepertinya menghalangi semua hal tersebut. Mungkin tidak, ini hanya sebuah keluhan yang sebenarnya bisa diperbaiki, namun tidak saya lakukan karena kemalasan.

Kemudian, apa yang sudah saya lakukan? Saya tidak melakukan apa-apa, saya hanya mengeluh, kemudian beristirahat atas nama kelelahan. Anda tahu, sepertinya itu hanya sebuah alasan untuk menutupi sebuah kemalasan. Sebuah topeng keakuan yang merasa benar atas apa yang telah dilakukan dan bersembunyi di balik alasan ketidak beruntungan.

Pada akhirnya sebuah pilihan membutuhkan pengorbanan, apa yang Anda inginkan? Apakah Anda benar-benar meginginkan pilihan tersebut? Seberapa berarti hal tersebut untuk Anda? Jika iya, maka berkorbanlah. Mati setelah berusaha sepertinya jauh lebih terhormat dari mengeluh tanpa melakukan apa pun. Jangan menjadi seperti saya.

I Putu Oka Wisnawa

Honest, wise, forward-looking, inspiring, and competent. I wish I could be like that.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *