Harga dari Suatu Hasil, Bukan tentang Proses

Berkarya dalam keterbatasan adalah perjuangan, kesabaran dan keikhlasan. Tidak semua orang memberikan penghargaan yang sepadan atas hasil kerja keras tersebut. Karena, unsur penilaian yang mereka gunakan berbeda dengan apa yang diketahui pembuat tentang apa yang ia coba hadirkan. 

Bagi beberapa yang terbiasa dengan kehidupan serba mudah, terkadang suatu proses, latar belakang, dan perjuangan tidak lagi menjadi komposisi dalam memberikan penghargaan kepada seseorang. Lembaran 100 ribu pemberian orang tua menjadi terlihat lebih meyakinkan dari lembar-lembar atau recehan-recehan yang dikumpulkan dengan tidak mudah dan usaha mandiri. 

“Bukankah itu harganya murah?” tidak bagi sebagian orang. Seperti halnya – ketidakhadiran dapat berarti perbedaan prioritas. Setiap pendapat, atau suatu hasil punya harganya tersendiri, yang terlihat secara fisik dan yang tidak ternilai secara fisik. 

Karena proses adalah nilai yang sering tidak terhitung dalam proses penghargaan terhadap suatu hasil, sesungguhnya Ia tetap bernilai. Yang dapat melihatnya adalah Ia yang berproses. Maka kemudian adalah pilihannya, untuk mengambil nilai tersebut atau membiarkannya terlupakan. Jika ia mengambilnya, maka nilai itu akan menjadi pengetahuan baginya. 

Pada akhirnya ini kembali menjadi cerita tentang bagaimana mencintai dan menghargai diri sendiri atas setiap upaya yang telah diusahakan. Karena Ia yang berada di dalam proses, Ia yang merasakan, Ia juga yang pantas menerima penghargaan atas usahanya.

I Putu Oka Wisnawa

Honest, wise, forward-looking, inspiring, and competent. I wish I could be like that.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *