Ini adalah Tentang Aku di Hari Ini

Jika kamu melihat aku sebagai seseorang  dari keluarga berpunya,
aku hanya bisa menjawabnya dengan senyuman,
dan dalam hati aku akan berkata “semoga suatu nanti harapan itu bisa menjadi kenyataan.”

Aku adalah anak biasa dari keluarga sederhana.
Seorang anak yang masa kecilnya dihabiskan dengan kerja keras,
saat anak-anak seumurannya bisa menikmati masa-masa bermainnya.

Saat kamu bisa menikmati menyenangkannya memiliki majalah Bobo atau majalah anak-anak lainnya,
aku mengerti tentang berharganya memiliki sebuah buku pelajaran.
Aku berharap bisa menyentuh pustaka-pustaka berwarna warni seperti itu – namun ini saja rasanya sudah beruntung.

Atau saat kamu bisa mengikuti les musik, menari atau kegiatan menyenangkan semacamnya,
aku mengerti tentang mendapat ijin untuk bisa masuk ekstrakulikuler pramuka adalah hal yang cukup menggembirakan.
Di waktu yang sama, kamu akan menemukan ku di rumah, mengerjakan pekerjaan rumah dari sebuah keluarga Hindu di Bali.
Atau menjadi anak petani yang berlari-lari di pematang sawah agar burung-burung tidak memakan padi-padi kami,
agar kami tetap bisa makan nasi esok pagi.

Jika kamu terdidik menjadi anak yang aktif dalam organisasi dan kegiatan sosial sejak kecil,
aku dididik menjadi anak yang cukup bisa diandalkan untuk menyelesaikan pekerjaan rumah tangga.
Seperti halnya kamu yang dilatih untuk menjadi seorang pemimpin yang berjiwa besar, memiliki tenggang rasa yang tinggi dan suka menolong.

Ketika kamu berkecil hati karena belum menguasai tentang banyak hal,
akan ada seseorang yang terlihat bijak yang akan mengatakan “Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing”,
aku akan menyanggahnya bersama senyuman untuk meyakinkan mu dengan mengatakan “Belum waktunya, suatu nanti kamu pasti bisa :)”,
karena memang demikian adanya.
Aku menyisipkan harapan agar kamu tidak membatasi potensi yang kamu punya, bahwa kalau kamu mau belajar, kamu pun bisa.

Saat kamu bisa merasakan rasanya memilih-milih makanan,
aku mengerti bahwa menemukan remah-remah roti sisa di tempat sampah ternyata rasanya cukup bahagia,
atau aku belajar bahwa sayur adalah lauk yang enak untuk disantap bersama nasi.

Saat kamu berjuang untuk cita-cita mu bersama dukungan dari semua orang disekitarmu,
aku belajar mengubur cita-citaku untuk membantu menyambung hidup sebuah keluarga sederhana yang selama ini ada untukku.
Saat kamu berpikir bagaimana agar bisa kuliah di untiversitas favorit impianmu,
aku berpikir tentang bagaimana agar aku bisa mendapatkan pekerjaan yang layak untuk membantu perekonomian keluarga ku.

Pendidikan yang layak seperti sebuah keberuntungan untukku,
dimana keberuntungan didefinisikan sebagai kerja keras oleh hidup ku.
Keberuntungan adalah fokus dan kerja keras, itu yang aku pahami dengan sangat baik dari masa ke masa.

Jika kamu menemukan bagian dari diriku yang membenci kalimat-kalimat yang terlihat bijaksana,
sesungguhnya aku tidak membenci semuanya.
Aku hanya belum bisa menerima jika itu tidak seindah kenyataan tentang kehidupan yang aku mengerti,
Jika kamu menemukan aku marah,
mungkin saja aku menemukan kepalsuan dari kalimat-kalimat yang terlihat bijak tersebut.
Jika tidak, maka memang demikian adanya.

Seandainya bisa, jangan mengajak ku bertengkar, karena aku tidak menyukai pertengkaran.
Aku akan mengalah, atau menghindar darimu, sampai amarahmu mereda.
Aku memiliki ingatan yang tidak cukup baik tentang pertengkaran,
termasuk tentang berharganya sebuah kehidupan.

Aku belajar bahwa diam tidak selamanya berarti emas,
terkadang diam seperti belati yang menyayat,
membunuh perlahan dalam rasa bersalah, entah apa.
Ketika ada masalah – bicarakanlah,
komunikasi yang baik dapat menyelamatkan suatu hubungan.

Aku belajar untuk tidak takut ketika aku berjalan di atas jalan kebenaran.
Namun demikian, aku juga belajar, bahwa tidak semua orang menginginkan hal yang sama.

Beberapa orang berpendapat bahwa kejujuran adalah sebuah bahaya.
Sedikit yang lainnya, mengerti tentang betapa berarti nilainya.

Hingga saat ini, aku berharap bisa terus belajar.
Aku ingin belajar tentang banyak hal,
agar aku mengerti tentang arti kebijaksanaan.
Kebijaksanaan yang sesungguhnya akan arti kehidupan.

 

 

I Putu Oka Wisnawa

Honest, wise, forward-looking, inspiring, and competent. I wish I could be like that.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *