Menyalalah Pelita dan Jadilah Terang

Kehidupan itu tidaklah abadi, waktu tak pernah berhenti atau terhenti, menandakan perubahan adalah kekal adanya. Hari ini akan menjadi kemarin dan hari esok kan menjadi saat ini. Bumi berputar, berotasi dan berevolusi dalam sumbu waktu yang kekal. Membuat kehidupan berubah bersamanya. Lahir, kemudian tumbuh menjadi balita, anak-anak, kemudian menginjak masa remaja, dewasa dan kemudian menua. Tidak ada ciptaan sang pencipta yang abadi, iya tidak ada yang benar-benar abadi diluar waktu dan perubahan juga hukum karma atas ciptaannya.

Hari ini aku mengucap syukur kepadamu Penciptaku. Aku minta maaf atas setiap kesalahan yang aku perbuat, baik yang disengaja atau pun yang tidak aku sengaja. Aku ingin berterimakasih atas setiap limpahan karuniaMu, untuk nafas yang hingga kini masih bisa aku rasakan, untuk setiap rejeki, untuk setiap tantangan dan cobaan yang Kau berikan, juga untuk orang” baik yang Kau hadirkan.

Hari ini mereka berdua hadir lagi untuk yang kesekian kalinya. Hadir meski lelah menyelimuti, meski dalam gelap dan dinginnya malam. Membawa lilin kecil menyala hangat, membawa kebahagian kecil bersama hadirnya mereka. Aku agaknya belum mengerti tentang pesan yang ingin Kau sampaikan kepada ku, mengirimkan mereka yang begitu baik kepadaku yang selama ini aku tidak ada untuk mereka berdua, meski sesungguhnya aku ingin.

Jika ketidak hadiranku selama ini adalah salah, maka maafkan aku, itu semua karena aku ingin menjaga perasaan mereka semua. Jika kehadiran ku membekukan kebahagiaan dan keceriaan mereka, maka aku lebih baik tidak hadir. Mungkin itu yang terbaik, pikirku. Jika Kami Berdua ada maka musim semi seperti berubah menjadi musim dingin, menggugurkan setiap daun dan meniadakan kehangatan yang ada. Ini adalah sebuah keakuan, dan ini tidak baik. Dia yang pernah begitu berarti untukku adalah sahabat mereka berdua, jadi sudah sepantasnya aku meniadakan diriku sendiri.

Hari ini kalian berdua mengalahkan keakuan ku, hari ini kalian memberikan aku semangat lagi. Memberikan aku sebuah harapan untuk tetap ada dan berbahagia bersama kalian lagi. Kalian berdua adalah salah satu cerita terbaik yang aku punya dalam hidup ku, yang menyadarkan aku dari keakuanku yang hampir membunuhku perlahan, yang memberikan aku kepercayaan untuk tumbuh dan berubah bersama waktu menjadi pribadi yang lebih baik. Terimakasih sudah hadir menjadi pelita dalam berukurangnya usia manusia ini,  Kalian yang terbaik “Ni Nyoman Putri Darma Pradnyawati dan I Wayan Adi Hendra Setiawan“.

Selamat-Berkurangnya-Usia

Terimakasih juga untuk keluarga yang selama ini selalu ada “Ibu, Bapak juga Adik“, maaf belum bisa jadi anak yang bisa dibanggakan dan kakak yang baik. Juga untuk Neuwensi Putri yang sudah hadir hari ini-mari berjuang bersama wahai “kesatria pejuang masa depan” . Terimakasih banyak sahabat dan semua kawan baik yang selama ini ada saat suka duka. Dan pada akhirnya, Menyalalah Pelita dan Jadilah Terang.

I Putu Oka Wisnawa

Honest, wise, forward-looking, inspiring, and competent. I wish I could be like that.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *