Persona Kehidupan – Angkuh

Pride is not All

Pride is not All

Hari ini saya belajar beberapa hal tentang keakuan, sebuah kata untuk menggambarkan keangkuhan atas diri sendiri. Keangkuhan tidak hanya tentang hal-hal membanggakan tentang diri individu tersebut. Perasaan yang seolah menjadi individu paling tidak beruntung juga salah satu bentuk keangkuhan. Angkuh akan kelebihan diri atau angkuh akan kekurangan diri membuat Anda berkaca bahwa Anda yang paling berhak, lebih dari individu yang lain. Anda pikir itu baik? Tentu saja tidak.

Angkuh membuat Anda lupa bersyukur atas apa yang Anda miliki. Alih-alih bersyukur, Anda akan cenderung mengutuk hal-hal yang tidak sejalan dengan idealisme Anda (yang mungkin salah). Angkuh membuat Anda menyalahkan orang lain atas ketidak mampuan Anda. Angkuh membuat Anda menjadikan kesalahan orang lain sebagai topeng untuk tidak bersyukur atas anugrah yang selama ini ada untuk Anda. Anda mungkin mulai menyalahkan Tuhan atas setiap hal buruk yang menimpa Anda, alih-alih bersyukur atas rasa manis yang sebenarnya masih bisa Anda nikmati dalam pahitnya hidup. Angkuh membuat Anda buta, bahwa selalu ada hal baik yang dapat Anda temukan disetiap keburukan yang Anda jumpai.

Hati, dalam ilmu biologi kita belajar bahwa hati adalah organ dalam yang menyusun tubuh manusia. Iya, hati adalah organ dalam, yang dilindungi rusuk, balutan daging dan kulit. Hati memiliah racun dalam sari pati makanan agar tubuh mendapat sari pati kehidupan, mulia bukan. Lalu, bagaimana dengan cinta dalam kehidupan? Seorang individu perlu waktu untuk dapat melihat hati individu lainnya, kenapa demikian? Mungkin karena hati adalah organ dalam, seperti apa yang Anda pelajari dalam ilmu biologi. Jadi, mungkin cukp wajar jika ada individu yang masih terkonsentrasi pada fisik atau pun lingkungan tepat hati tersebut bersembunyi.

Hati memiliah racun dalam sari pati makanan agar tubuh mendapat sari pati kehidupan. Jadi, mungkin cukup wajar ketika hati Anda terasa sakit beberapa kali di saat-saat dalam hidup Anda. Dia memiliah hal-hal yang menyakiti Anda agar Anda mengerti dan mampu mengerti arti hidup dari baik dan buruknya hidup. Membuat Anda belajar, melatih Anda agar Anda lebih kuat, dan dan sebaiknya Anda bersyukur untuk itu.

Jika Anda pernah mencintai seseorang dan dia meninggalkan Anda, mungkin itu adalah pilihan terbaiknya saat itu. Belajarlah untuk menerima keputusannya. Mungkin saat itu Anda belum cukup baik untuknya, atau sebaliknya. Anda boleh bersedih dan belajar dari kesedihan yang Anda rasakan. Anda boleh marah dan belajar dari kemarahan yang Anda rasakan. Namun, jangan pernah mengutuk Tuhan atas ketidak beruntungan yang Anda pikir Anda terima. Jangan mengutuk mereka karena mungkin Anda tidak lebih baik dari mereka. Belajarlah untuk menerima, mungkin tidak akan menyembuhkan luka, tapi itu cukup untuk membuat Anda tersenyum dalam rasa sakit yang Anda dapatkan. Dan setidaknya, itu akan meringankan beban dalam perjalanan Anda.

Hidup itu penuh warna, warna tidak hanya terdiri dari kumpulan warna-warni cerah yang memberi keceriaan. Warna juga memiliki warna-warni kusam yang menjadi bagian darinya. Dan tetap saja, warna-warni tersebut adalah bagian dari warna, bukankah demikian?

 

 

I Putu Oka Wisnawa

Honest, wise, forward-looking, inspiring, and competent. I wish I could be like that.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *