Sudut Pandang: Bunga Kehidupan

Bunga tidak berkompetisi dengan bunga lainnya di sebuah taman, ia hanya mekar pada waktunya. Berbeda dengan manusia, yang kadang berkompetisi dengan manusia lainnya untuk sebuah pengakuan. Tumbuhan dan manusia berbeda, ini tentang hasrat. Namun demikian, selalu ada filosopi baik yang bisa diambil, tergantung bagaimana pikiran memilih apa yang diperhatikan oleh mata.

Manusia berkompetisi untuk menunjukan dirinya bahwa ia lebih unggul dari manusia lainnya. Seperti halnya bunga yang menarik dan harum, maka ia akan dipetik. Seperti halnya tumbuhan yang berbuah unggul, ia akan bermanfaat untuk banyak orang. Meski demikian, tidak sedikit yang ingin mengambil manfaatnya dengan paksa, dan pada akhirnya menyakiti tumbuhan itu sendiri.

Di masyarakat berlaku sebuah aturan tidak tertulis, bahwa manusia yang sedang dipuncak karirnya akan mendapat perlakuan yang istimewa dibandingkan dengan yang tidak. Mungkin ini mirip dengan bunga yang sedang mekar, ia akan disinggahi oleh setiap lebah atau manysia yang kebetulan lewat. 

Namun demikian, waktu selalu adil untuk setiap bentuk kehidupan. Yang mekar pada waktunya akan layu dan gugur. Yang masih menjadi kuncup juga akan mekar pada waktunya. 

Yang mekar namun tidak abadi, jika ia harum, maka ketidak abadiannya akan tetap mewangi tiba waktunya pudar. Yang mekar dan abadi meski tidak mewangi dapat hidup diberbagai zaman. Namun, tidak semua bunga yang tidak mewangi diistimewakan. Hanya ia yang punya filosopi yang punya arti lebih untuk kehidupan. Meskipun demikian, yang berfilosopi pun tetap bisa terbuang seperti sampah. Karena tidak setiap orang mengerti tentang filosopi kehidupan dan ini adalah tentang kehidupan.

I Putu Oka Wisnawa

Honest, wise, forward-looking, inspiring, and competent. I wish I could be like that.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *